JADILAH MANUSIA BUKAN MANUSIA JADI-JADIAN

JADILAH MANUSIA BUKAN MANUSIA JADI-JADIAN

Manusia sesungguhnya adalah sesuatu makhluk yang sempurna, dia memiliki akal yang berbeda dengan makhluk lainnya. Akan tetapi kenyataannya sampai saat ini masih banyak manusia yang belum bisa menggunakan akal sebagaimana mestinya. Manusia yang sesungguhnya dia akan dapat menggunakan akal pikirannya yang bermanfaat bagi diri dan lingkungannya.

Yang perlu kita renungkan sama-sama saat ini apakah kita termasuk orang yang menggunakan akal pikiran yang baik atau sebaliknya. Orang akan marah jika dikatakan dia tidak menggunakan akalnya dengan baik. Kalau kita teliti diri kita, lingkungan kita, masih banyak yang mendahulukan hawa nafsunya ketimbang akalnya. Bukan berarti orang yang pintar dia dapat menggunakan akalnya dengan baik. Terkadang ada orang pintar yang dia menggunakan kepintarannya untuk merugikan orang lain.

Coba kita lihat orang-orang yang duduk dikursi pemerintahan dari tingkat daerah sampai tingkat pusat, semuanya pernah mengenyam pendidikan sampai jenjang yang tinggi. Tapi tidak mencerminkan sebagai orang yang berpendidikan. Sebagai contoh yang saat ini  Negara kita belum dapat hilangkan yaitu budaya korupsi. Sampai-sampai yang dibahas lagi dan lagi adalah hal tersebut. Dan akhirnya pemerintah mendirikan badan yang bernama KPK (Komisi Pemberantas Korupsi). Apakah dengan adanya badan tersebut akan hilang budaya korupsi atau jangan-jangan yang memerangi perlu diperangi yang tidak perlu diperangi malah diperangi. Kenyataan yang ada saat ini adalah seperti itu yaitu hukum hanya sekedar bendera-bendera pajangan. Seorang koruptor hanya dihukum dengan beberapa tahun kurungan penjara, itu juga dilayani dengan fasilitas sebagaimana orang yang tidak dalam masa tahanan sedangkan seorang pencuri ayam sebelum disidang sudah dipukuli dikantor polisi dan dijatuhi hukuman kurungan penjara dengan fasilitas tidak sebagaimana layaknya manusia ditambah lagi dipukuli oleh penjaga sipil.

Jika dilihat dari kesalahan seorang koruptor dengan seorang pencuri ayam bukanlah bandingannya. Sebetulnya orang yang paling keji adalah koruptor. Dia masih bisa tertawa diatas kekecewaan orang lain, dia masih bisa bernyanyi diatas tangisan orang lain, dan dia masih bisa makan dengan kenyangnya diatas kelaparan orang lain. Seharusnya hukuman seorang koruptor lebih dan lebih berat ketimbang seorang pencuri ayam. Yang perlu kita waspadai adalah apakah budaya terebut hanya terjadi di pemerintahan atau ada pada lingkungan kita bahkan diri kita masing-masing.

Yang menjadi pertanyaan siapakah pelaku korupsi dan mengapa bisa menjadi seperti itu. Semua orang sebelum menjadi pemimpin pasti tidak ada niat berbuat demikian tapi mengapa ketika menjadi malah seperti itu. itu semua disebabkan karna kurangnya keyaqinan,sehingga dia merasa kekurang terus tidak pernah merasa cukup. Para pemimpinnya satu sama lain saling menghujat saling menyalahkan padahal belum tentu orang yang menyalahkan itu benar. Bagaimana Negara kita ini akan menjadi lebih baik kalau para pemimpinnya saja tidak berusaha untuk menjadi yang lebih baik. Seharusnya mereka tidak perlu saling menyalahkan, agar tercipta kerukunan  perlu adanya intropeksi masing-masing individu bukan menuntut haknya masing-masing.

Dengan kata lain berarti pendidikan belum bisa menjamin orang bisa menjadi baik. Kalau memang harus digunakan pendidikan maka seharusnya pendidikan iman (keyakinan) lah yang diutamakan. Karena iman adalah pondasi. Diri kita ini di ibaratkan suatu bangunan, bangunan akan kokoh jika pondasinya kokoh, dan bangunan akan rapuh jika pondasinya rapuh. Begitu juga diri kita jika didasari dengan keimanan yang kuat maka kita tidak akan mudah diombang ambingkan oleh situasi dan kondisi.

Iman yang benar akan melahirkan pemikiran  yang benar, dengan pemikiran yang benar akan wujud akhlak (perbuatan perbuatan)mulia, dengan akhlak yang mulia akan memberikan manfaat bagi orang banyak. Sebaliknya iman yang salah akan melahirkan pemikiran yang salah. Dan pemikiran yang salah akan wujud perbuatan-perbuatan yang salah sehingga dapat merugikan orang banyak. Sedangkan orang yang paling baik adalah orang yang memberi manfaat bagi orang lain.Dengan adanya keimanan yang kuat dia akan merasa selalu diawasi oleh ALLAH

Oleh karena itu keimanan lebih penting dari segala-galanya, orang tidak punya apa-apa bukan masalah, masalah yang sebenarnya kalau orang itu tidak ada iman. Karna kita hidup didunia ini hanyalah sementara, dan dunia sifatnya menipu, dulu ada seorang raja yang kuat yang bernama Firaun sekarang telah mati, Hitler pun telah mati, Kerajaan Majapahit pun telah runtuh, semua kerajaan-kerajaan, semua kekayaan-kekayaan, ketampanan, kecantikan, kegagahan, semua akan sirna dan tidak ada yang abadi. Setelah kita meninggalkan dunia ini akan ada kehidupan yang sebenarnya dan selama-lamanya. Ceritanya manusia tidak hanya cukup sampai didunia ini, akan tetapi masih panjang, masih ada alam kubur, alam masyhar, alam mizan, alam shirot, alam surga atau neraka.

Dan semua manusia yang hidup pasti dan pasti akan melewati kejadian-kejadian diatas. Semua yang pernah kita lakukan diatas muka bumi ini baik dan buruknya pasti dan pasti ada pembalasannya. Setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawabannya didepan mahkamah yang maha agung. Yang mana setiap manusia tidak dapat mengelak, mungkin kalau didunia ini kita masih bisa menghindar dari hukum yang salah dikatakan benar dan yang benar dikatakan salah.

Untuk itu hati-hatilah bagi para koruptor, mungkin saat ini masih bisa selamat dari jeratan hukum tapi nanti diakhirat jangan harap bisa terhindar dari hukuman. Begitu juga dengan pertemanan atau pergaulan yang tidak didasari dengan karena agama maka nanti diakhirat bukan menjadi teman tetapi menjadi musuh.

Oleh karena itu penting dalam pergaulan satu sama lain saling mengingatkan dalam hal kebaikan karena termasuk perintah Allah untuk bekerja sama dalam kebaikan dan jangan sekali-kali bekerja sama dalam keburkan.

Karena dengan sebab satu perkataan dapat membuat seseorang mendapat ridha Allah sehingga dia dapat memasuki surga. Juga dengan sebab satu perkataan dapat membuat murka Allah sehingga dia masuk neraka.

Sepanjang-panjangnya jalan lebih panjang lisannya manusia, sejauh-jauhnya jalan pasti ada ujungnya, sedangkan lisan manusia urusannya panjang sampai dibawa ke akhirat.

Manusia dikatakan manusia kalau dia ada sifat ketaatan kepada Allah, sedangkan manusia tidak bisa dikatakan manusia jika tidak ada sifat ketaatan kepada Allah. Oleh karena itu jadilah seorang manusia yang sebenar-benarnya bukan hanya sekedar manusia jadi-jadian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: