E-BISNIS DI INDONESIA

INTERNET MARKETING

Forex (foreign exchange) yang lebih dikenal dengan Valuta Asing (Valas) merupakan suatu jenis perdagangan/transaksi yang memperdagangkan mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lainnya yang melibatkan pasar-pasar uang utama di dunia selama 24 jam secara berkesinambungan (mulai dari hari Senin pk.4 pagi sampai dengan hari Sabtu pk.4 pagi WIB/GMT+7). Oleh sebab itu, produk yang diperdagangkan dalam forex adalah mata uang. Maksudnya, forex trading memperjual-belikan mata uang yang satu terhadap mata uang yang lainnya. Dan biasanya menggunakan mata uang yang umum di dunia seperti USD, JPY, GBP, EUR, CHF, AUD, dan lain lain. Agar lebih jelas simak baik-baik contoh di bawah ini:

  • BUY GBP/USD yang artinya membeli mata uang Poundsterling dan menjual mata uang US Dollar

  • BUY USD/JPY yang artinya membeli mata uang USDollar dan menjual mata uang Jepang Yen
  • SELL GBP/JPY yang artinya menjual mata uang Poundsterling dan membeli mata uang Jepang Yen

 

Pergerakan kurs harga mata uang di Forex dinamakan Point atau biasa disebut dengan Pip. Contoh:

  • Pergerakan Mata Uang USD/JPY dari 118.00 ke 117.94 berarti bergerak sebesar 6 pip

  • Pergerakan Mata Uang GBP/USD dari 1.9030 ke 1.9120 berarti bergerak sebesar 90 pip

 

Di pasar valas (forex) ini kita bisa membeli ataupun menjual berbagai mata uang untuk mendapatkan keuntungan, dan Trading Forex bersifat  2 Ways Opportunity, yaitu kita bisa meraih keuntungan dengan memanfaatkan order Buy ataupun Sell. Jika kita meng-order dengan Buy dan kemudian harga kurs mata uangnya meningkat maka kita akan mendapatkan Profit, dan begitu pula dengan sebaliknya, jika Sell maka bila harganya menurun maka kita akan mendapatkan Profit. Contohnya sebagai berikut:

  • Seorang trader membeli 10,000 EURO  (EUR) dibanding USDollar (USD) di  awal tahun 2001 ketika harga EUR/USD saat itu adalah 0.9600. Berarti trader tersebut membeli 10,000 EURO dan menjual 9,600 USDollarnya Dan ketika pada tahun 2003 bulan Mei, Trader tersebut menjual kembali 10,000 EUROnya untuk  dibelikan ke USDollar lagi dengan rate EUR/USD saat itu adalah 1.1800. Maka Trader tersebut akan memperoleh 11,800 USDollar dari penjualan 10,000 EUROnya.

 

Dari contoh diatas, maka Trader tersebut akan mendapatkan keuntungan (profit) sebesar :                    11,800 – 9,600 = USD $2,200. Posisi Jual (Sell) sering disebut juga dengan istilah Bid ataupun Short, sedangkan Beli (Buy) sering disebut dengan istilah Ask ataupun Long.

 

Tetapi jika kita meng-order dengan Buy dan kemudian harganya menurun maka kita akan menderita Loss (kerugian). Profit ataupun Loss jika tidak kita tutup posisinya (diclose/diliquid) maka posisi order kita masih dianggap mengambang (floating) atau belum direalisasikan, sehingga dapat memungkinan terjadinya balik arah.

 

 

Menghitung Profit dan Loss

Misalnya kita memulai trading Forex ini dengan modal awal sebesar US$5000, kemudian cara hitungan transaksi kita adalah sebagai berikut:

  • Untuk mata uang Direct: misalkan kita bertrading dengan modal $5000 di sebanyak 1 lot regular (atau quantity contract sizenya $100,000) dan kita melakukan Buy di EUR/USD di posisi 1.2000 dan kemudian diclose untuk take profit di posisi 1.2010, maka kita akan memiliki profit sebesar :       (1.2010 – 1.2000 ) x 1 lot x 100000 = $100. Kalau loss juga sama hitungannya seperti ini.

 

Berdasarkan gambaran sekilas tentang forex trading di atas, wajar jika muncul pertanyaan: Apakah forex trading termasuk ke dalam internet marketing?

 

 

Forex Trading dan Internet Marketing

Esensi dari internet marketing adalah memasarkan produk/jasa melalui situs bisnis yang kita miliki agar banyak orang mengetahui produk/jasa apa yang kita tawarkan. Maksudnya, jika kita tidak mempromosikan situs bisnis kita kepada orang lain, maka situs tersebut tidak akan memberikan profit apapun. Oleh sebab itu, untuk memahami hubungan antara forex trading dengan internet marketing, kita perlu memahami kan 4 hal penting, yaitu:

  1. Sebuah situs bisnis yang “eye catching”

  2. Pengunjung ke situs bisnis kita
  3. Produk yang dijual
  4. Permintaan terhadap produk yang kita jual

 

Memahami dan melakukan poin 1 dan 2 jauh lebih mudah daripada poin 3 dan 4. Mengapa demikian? Anda bisa memahami dan melakukan poin 1 dan 2 dengan cara mencari, mendownload, dan membaca aneka e-book tentang internet marketing secara gratis. Tapi, memahami dan melaksanakan poin 3 dan 4 mengharuskan kita melakukan riset pasar untuk mengetahui dengan jelas bagaimana persaingan dan pangsa pasar dari produk/jasa yang kita jual.

 

Dalam konteksnya dengan internet marketing, seorang forex trader tidak bisa dikategorikan sebagai pelaku internet marketing karena tugas utamanya bukan memasarkan atau promosi produk/jasa. Namun seseorang yang memiliki perusahaan forex trading termasuk sebagai pelaku internet marketing dengan syarat sebagai berikut:

  1. Memiliki situs forex trading yang eye catching.
  2. Situs tersebut banyak dikunjungi orang
  3. Produk yang dijual adalah posisi pekerjaan sebagai forex trader atau aneka produk investasi berjangka
  4. Mengetahui adanya orang yang berminat menjadi forex trader dan sebagai investor di bidang investasi berjangka

 

Biasanya, seorang pemilik perusahaan forex trading sangat menyukai email marketing dalam mempromosikan posisi forex trader untuk perusahaannya.

 

 

Email Marketing Yang Baik dan Benar

Pertama, saya ingin membahas terlebih dulu tentang cara keliru ber-email marketing. Marketing melalui email merupakan hal yang sensitif untuk sebagian besar pengguna internet. Ber-email marketing secara keliru, adalah ketika seorang netter menjadi seorang SPAMMER bagi netter lain. Apa itu spammer? Spammer adalah seseorang yang mengirimkan email yang tidak diinginkan kepada orang lain. Jika kita adalah seorang spammer dan ada orang lain yang melaporkan kita kepada salah satu kelompok anti-spamming seperti MAPS black hole list ,situs dan alamat email kita akan dimasukkan ke dalam black list mereka, kemudian mereka akan menonaktifkan 25% aktivitas email kita. Black list ini terdaftar pada sekitar 25% ISP di dunia.

 

Dalam ber-email marketing, pahamilah bahwa kita hanya bisa mengirim marketing email kepada orang yang sebelumnya sudah meminta dikirimi email tersebut. Dan karena orang tersebut telah bersedia untuk menerima email marketing kita, maka kita akan lebih yakin bahwa email marketing kita akan dibaca oleh orang tersebut. Jadi, hindarilah spamming dalam ber-email marketing.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: